Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Liga Lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liga Lain. Tampilkan semua postingan

Ancelotti Tegaskan Tak Butuh Zlatan Ibrahimovic

Written By Unknown on Sabtu, 09 Juni 2012 | 18.03


Carlo Ancelotti/Dok. SOCCER 

Rumor hengkangnya Zlatan Ibrahimovic dari AC Milan mengisi halaman media massa. Pasalnya, sang pemain sempat melontarkan nada miring terkait kondisi keuangan timnya.

Tim berlimpah uang, Paris Saint-Germain, pun dikaitkan dengan masa depan pemain keturunan Bosnia ini. Namun, pelatih PSG, Carlo Ancelotti menilai transfer Ibra tak menguntungkan untuk investasi jangka panjang.

"Kebijakan transfer PSG fokus pada investasi talenta muda dan membangun sebuah tim dengan pemain-pemain yang dapat bermain di level atas dalam empat hingga lima tahun ke depan," ujar Ancelotti kepada Il Corriere Della Sera .

"Itulah alasan mengapa kami tak butuh Ibra. Dia tak menunjang kebutuhan kami," lanjutnya.

Terakhir, Ibra juga telah membantah kabar transfernya ke PSG. Ia menegaskan masa depannya hanya untuk AC Milan.

Sumber Artikel

Cita-cita Rafael Van der Vaart (VdV) Usai Gantung Sepatu

Written By Unknown on Jumat, 08 Juni 2012 | 19.42

Rafael van der Vaart. (Foto: Reuters)


WARSAWA – Pemain internasional Belanda yang kini bermain untuk Tottenham Hotspur Rafael Van der Vaart (VDV) mengaku ingin tetap berada di dunia sepakbola usai gantung sepatu. VDV mengungkapkan ia memiliki dua pilihan, menjadi direktur teknik atau pelatih.

“Saya ingin menjadi seseorang di antara pelatih atau direktur teknik,” ujar VDV, disitat Soccerway, Jumat (8/6/2012).

Ketika ditanya mengenai alasan, ia mengaku ingin memberikan perhatian serta pengalamannya selama ia menjadi pemain. Lebih lanjut, mantan pemain Ajax, Hamburg SV dan Real Madrid ini mengungkapkan bahwa pemain saat ini terkesan tidak ‘bernilai’.

“Setiap klub memiliki skuad yang besar, oleh karena itu para pemain sering tidak mendapat perhatian. Mereka terkadang diperlakukan seperti sampah yang dapat dibuang kapan saja,” sambung suami dari Sylvie Meis tersebut.

Ungkapan itu tak lain merupakan pengalaman pribadi VDV, pasalnya ia merasa dicampakkan oleh El Real pada awal musim 2010/11 lalu. Ia berjuang di Santiago Bernabeu saat itu, namun El Real  bersikeras 'membuangnya'. Hingga akhirnya ia memutuskan berlabuh di White Hart Lane pada detik-detik akhir bursa transfer.

Sumber Artikel

Ronaldo : Neymar Disarankan Pergi dari Brasil

Written By Unknown on Minggu, 03 Juni 2012 | 17.22

Legenda Brasil, Ronaldo, menyarankan calon bintang besar baru asal Brasil, Neymar, agar meninggalkan kota kelahirannya dan tampil di Eropa dan menaklukkan dunia.

Menurut Ronaldo, demi mengembangkan teknik dan skillnya, Neymar harus berkelana ke Eropa sehingga potensinya semakin terasah. Neymar memang menjadi salah satu talenta muda berbakat Brasil saat ini.
Meski dikabarkan akan hengkang ke Eropa, Neymar justru mengikat perpanjangan kontrak dengan klubnya, Santos, hingga 2014.

Ronaldo, yang banyak menghabiskan sepanjang karirnya di Eropa, sering menyarankan Neymar untuk bertualang ke Eropa. Hingga saat ini, saran Ronaldo pun tidak berubah.

"Opini saya tentang Neymar tidak pernah berubah. Liga Brasil saat ini tidak ideal untuk pemain sekalibernya," ujar Ronaldo kepada ESPN Brasil.

"Ketika saya memberikan opini, saya memikirkan tentang pemain tersebut dan ambisinya untuk mengusai dunia. Sangat indah bagi Brasil jika Neymar tetap di sini dan bisa melihatnya bermain setipa pekan, namun ia harus pergi ke Eropa agar bisa berkembang," tukasnya.

Neymar menjadi daya tarik klub-klub besar Eropa. Real Madrid, Bayern Munchen, Juventus hingga Inter Milan dikabarkan berminat kepadanya. Namun, ia memutuskan untuk tetap bertahan bersama Santos setidaknya hingga Piala Dunia 2014 di Brasil.

Ronaldo sendiri sudah malang melintang menjajal liga-liga top Eropa. Setelah mengantarkan Cruzeiro juara liga Brasil, ia pindah ke klub Belanda, PSV Eindhoven. Hanya semusim, ia pindah ke Barcelona. Berturut-turut ia memperkuat Inter Milan, Real Madrid dan AC Milan.

Sumber Artikel

Perubahan Nama Liga Argentina Bermasalah

Buenos Aires – PRESIDEN Asosiasi Sepak bola Argentina (AFA), Julio Grondona, Selasa (14/2) waktu setempat, mengatakan bahwa dirinya tidak tahu kalau badan sepakbola dunia FIFA dapat memberi sanksi kepada Argentina, karena menamai turnamen level tertingginya dengan nama ARA General Belgrano, kapal perang yang diserang oleh angkatan laut Inggris pada 1982.

Presiden Asosiasi Sepak bola Argentina (AFA), Julio Grondona, Selasa (14/2) waktu setempat, mengatakan bahwa dirinya tidak tahu kalau badan sepakbola dunia FIFA dapat memberi sanksi kepada Argentina, karena menamai turnamen level tertingginya dengan nama ARA General Belgrano, kapal perang yang diserang oleh angkatan laut Inggris pada 1982. (Sumber : english.ahram.org.eg)
Tensi antara Argentina dengan Inggris telah meningkat pada beberapa pekan terakhir menjelang peringatan 30 tahun perang sepuluh pekan di kepulauan Malvinas.

FIFA dilaporkan telah meminta klarifikasi AFA terhadap laporan mengenai rencana penamaan ulang Liga Argentina, yang dimulai pada Jumat, yang rencananya akan disebut sebagai Crucero General Belgrano Primera Division - Divisi Pertama (Kapal) Cruiser Jenderal Belgrano.

Argentina kehilangan 649 prajuritnya pada perang tersebut, 323 di antaranya merupakan awak kapal Belgrano.

"Saya tidak tahu tentang situasinya," kata Grondona, yang juga merupakan wakil presiden FIFA, dengan nada datar ketika ditanyai mengenai laporan bahwa AFA dapat dikenai sanksi karena melanggar artikel 3 dalam statuta FIFA.

“AFA tidak akan melakukan tindakan apapun yang merupakan pelanggaran terhadap peraturan," ujar seorang juru bicara AFA kepada kantor berita DyN.

Mengacu pada laporan-laporan pers, FIFA telah meminta AFA untuk memberi informasi tambahan mengenai nama yang diberikan terhadap turnamen dan juga memberitahukan kepada AFA bahwa potensi perubahan nama kompetisi tersebut jelas akan menjadi pelanggaran aturan.

Musim ini, Piala Argentina akan dikenal sebagai Piala 'Gaucho Rivero,' untuk menghormati penolakan pendudukan Malvinas oleh pasukan Inggris pada 1833.

Sumber Artikel

Ajax untuk ke 31 kalinya menjadi juara Liga Belanda

Written By Unknown on Selasa, 29 Mei 2012 | 22.55

Ajax untuk ke 31 kalinya menjadi juara Liga Belanda. Prestasinya itu bisa dibilang luar biasa karena klub tersebut menghadapi tahun-tahun penuh ujian sepanjang sejarahnya.
Berbagai persoalan semakin menumpuk seperti kericuhan dalam manajemen, pengadilan, maupun di lapangan. Tapi di akhir musim, Ajax mampu menggondol piala juara. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Satu musim yang penuh dengan krisis dan titik balik.

Krisis 1: Perang dalam tubuh manajemen
Kekacauan yang jarang muncul dalam direksi. Dewan komisaris baru, antara lain terdiri dari Johan Cruijff, harus mencari direktur baru. Direksi lama baru disusun beberapa pekan sebelumnya ketika Cruijff memulai revolusinya di Ajax.
Semua calon, termasuk Marco van Basten, bertengkar dengan Cruijff serta komisaris-komisaris lainnya. Inti persoalan menurut Cruijff: ‘Mereka melihat Ajax sebagai perusahaan yang tercatat dalam bursa. Saya melihat Ajax sebagai klub sepakbola.’
Bom dalam tubuh direksi meledak pertengahan November lalu ketika ketua Dewan Komisaris Steven ten Have mengumukan Louis van Gaal sebagai direktur baru. Van Gaal, adalah pelatih dan sekaligus ikon Ajax yang berhasil, tapi merupakan musuh bebuyutan Cuijff. Cruijff mengumbar kemarahannya di luar meja perundingan. ‘Mereka di Ajax sudah gila semuanya,’ kata Cruijff. Ini segera disusul dengan saling lempar tudingan, permainan politik, kebocoran ke pers dan bahkan cerita-cerita mengenai Cruijff yang katanya rasis. Ajax ibarat kapal tanpa nahkoda dan suasannya menegangkan. Pertikaian harus diselesaikan di ruang pengadilan.

Krisis 2: kutak kutik di lapangan
Ajax memang juara bertahan tapi di lapangan situasinya runyam. Pelatih Frank de Boer harus menghadapi banyak anak latihnya yang mengalami cedera dan ia kehilangan sentuhan magisnya. Masa paling buruk mencapai puncaknya Februari lalu. Dalam satu pekan Ajax kalah 4-2 dari musuh bebuyutan Feyenoord dan kalah dari FC Utrecht 0-2 di kandang sendiri. Ajax melorot ke urutan ke enam dengan perbedaan tiga belas poin di belakang pemimpin AZ. Koran-koran meluluhlantakkan Ajax, dan bahkan Frank de Boer mengakui bahwa predikat juara itu akan hilang.

Krisis 3: drama di Liga Champions
Pada akhir hari pertandingan grup Liga Champion, Ajax meraih tiga poin lebih banyak dan memiliki jumlah goal yang lebih baik dibandingkan lawannya Olympique Lyon. Tapi, hal itu segera berubah: Ajax kalah 0-3 dari Real Madrid, di mana dua goal Ajax dinyatakan tidak sah. Pada saat sama, Lyon menang 7-1 dari Dinamo Zagreb. Muncul desas desus mengenai penyuapan. Salah satu pemain Dinamo tampak tertawa dan mengedipkan mata sesudah satu goal lawan. Dalam Liga Eropa ini Ajax akhirnya kalah dari Manchester United, walaupun menang 2-1 di Inggris.

Krisis 4: halaman hitam dalam liga KNVB
Babak per delapan final lawan AZ dibayangi dengan insiden di lapangan, di mana seorang fans Ajax masuk lapangan dan mencoba menendang penjaga gawang AZ, Esteban. Padahal Ajax sudah pada posisi 1-0. Namun Esteban cukup sigap dan bahkan berhasil menendang sang perusuh. Adegan tersebut ditayangkan di seluruh dunia.
AZ menolak melanjutkan pertandingan , Ajax didenda 10.000 euro dan duel harus diulang. Awalnya tanpa penonton, tapi sesudah berunding maka diputuskan hanyak anak-anak di bawah usia 12 tahun yang boleh menontonnya. Sebulan kemudian, 20 ribu anak menyaksikan Ajax kalah 2-3 dari AZ di kandang sendiri.

Krisis 5: Staf medis yang disangsikan
Sebanyak enam pemain (Gregory van der Wiel, Toby Alderweireld, Nicolai Boilesen, Miralem Sulejmani, Kolbein Sigthórsson dan Derk Boerrigter) cedera untuk waktu lama. Muncul kritik tajam terhadap program pelatihan serta pelatih medis. Maret lalu, tim medis mengumumkan untuk mundur.

Titik balik
Titik balik besar terjadi pada 7 Februari, hari ketika Johan Cruijjf menang dalam pengadilan banding lawan Steven ten Have. Cruijff memenangkan perebutan kekuasaan dalam Ajax, pengangkatan Louis van Gaal dibatalkan dan seluruh anggota Dewan Komisaris harus mundur. Hanya Cruijff saja yang boleh kembali, dalam perannya sebagai penasehat 'yang masih harus diisi'. Kebetulan atau tidak, sejak itu Ajax memenangi semua pertandingan, di mana semua lawannya mulai kehilangan poin. Rasa percaya diri muncul kembali dan Ajax mampu mengubah ketinggalan 13 poin menjadi keunggulan.
Apakah ini semua berkat Johan Cruijff? Menurut para pengamat, dua orang yang layak mendapat pujian: penyerang Belgia yang cemerlang Jan Vertonghen, yang diincar oleh klub-klub utama Eropa, dan pelatih Frank de Boer. Di tengah-tengah guncang ganjing manajemen, cedera, serta kekalahan demi kekalahan, dia tetap tenang dan yakin bahwa timnya, dengan bakat-bakat muda, akan bisa naik lagi. Akhirnya, Ajax mampu bersuara lantang lagi.

Sumber Artikel
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. seputar sepak bola - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger